Makanan Tinggi Kalsium untuk Menjaga Tulang Kuat di Setiap Usia
- Home
- Makanan Tinggi Kalsium untuk Menjaga Tulang Kuat di Setiap Usia
Makanan Tinggi Kalsium untuk Menjaga Tulang Kuat di Setiap Usia
Makanan tinggi kalsium sering dikaitkan dengan susu, padahal pilihan sumber mineral ini jauh lebih luas. Ikan yang tulangnya dapat dimakan, tahu, sayuran hijau tertentu, biji wijen, yoghurt, keju, serta produk yang diperkaya kalsium dapat membantu memenuhi kebutuhan harian.
Kalsium dikenal sebagai mineral utama pembentuk tulang dan gigi. Namun, tugasnya di dalam tubuh tidak berhenti pada kerangka. Mineral ini juga terlibat dalam kerja otot, penghantaran sinyal saraf, pengaturan pembuluh darah, pelepasan hormon, serta proses pembekuan darah. Hampir seluruh kalsium tubuh tersimpan dalam tulang dan gigi, sedangkan sebagian kecil beredar di dalam darah dan jaringan untuk menjalankan fungsi penting tersebut.
Pemenuhan kalsium sebaiknya tidak hanya diperhatikan ketika seseorang sudah memasuki usia lanjut. Anak dan remaja membutuhkan asupan yang memadai untuk pertumbuhan tulang, sedangkan orang dewasa perlu mempertahankan kepadatan tulang yang telah terbentuk. Pada kelompok lanjut usia, kebutuhan tersebut semakin penting karena kemampuan tubuh menyerap kalsium dapat menurun seiring bertambahnya umur.
Kalsium Tidak Hanya Dibutuhkan oleh Tulang
Pembicaraan tentang kalsium sering terlalu terpusat pada pencegahan tulang rapuh. Padahal, tubuh menggunakan mineral ini setiap hari untuk menjaga gerakan otot, denyut jantung, fungsi saraf, dan aliran darah tetap berjalan normal.
Tubuh mempertahankan kadar kalsium dalam darah secara ketat. Apabila asupan dari makanan tidak mencukupi dalam waktu lama, tubuh dapat mengambil kalsium yang tersimpan di tulang. Keadaan tersebut memungkinkan berbagai fungsi tubuh tetap berlangsung, tetapi cadangan mineral pada tulang dapat berkurang secara perlahan.
Tulang terus mengalami pembentukan ulang
Tulang bukan jaringan mati yang berhenti berubah setelah seseorang dewasa. Jaringan tulang terus mengalami pembongkaran dan pembentukan kembali. Proses tersebut diperlukan untuk memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan kecil, mempertahankan kekuatan, serta menyesuaikan kebutuhan mineral tubuh.
Sekitar 98 persen kalsium tubuh tersimpan di tulang. Sebagian besar berada dalam bentuk kristal kalsium dan fosfat yang memberi kekuatan pada struktur tulang serta gigi. Karena tulang berperan sebagai tempat penyimpanan, kecukupan kalsium dalam jangka panjang lebih penting daripada mengonsumsi satu makanan tinggi kalsium hanya sesekali.
Kepadatan tulang dibangun sejak usia muda. Kebiasaan makan pada masa anak dan remaja ikut menentukan seberapa besar cadangan tulang yang dimiliki ketika memasuki usia dewasa. Kekurangan asupan pada periode pertumbuhan tidak selalu langsung menimbulkan keluhan sehingga sering tidak disadari.
Otot dan saraf memerlukan kalsium
Kontraksi otot terjadi melalui rangkaian sinyal yang melibatkan kalsium. Ketika otot menerima perintah untuk bergerak, mineral ini membantu protein di dalam serat otot menghasilkan kontraksi. Mekanisme serupa ikut bekerja pada otot jantung.
Kalsium juga berperan dalam pengiriman pesan antarsel saraf. Selain itu, mineral tersebut terlibat dalam penyempitan dan pelebaran pembuluh darah, pelepasan sejumlah hormon, serta pembekuan darah ketika tubuh mengalami luka.
Kadar kalsium darah yang normal tidak selalu menunjukkan bahwa cadangan di tulang mencukupi. Tubuh dapat mempertahankan kadar dalam darah dengan mengambil mineral dari tulang. Penilaian kesehatan tulang pada kelompok berisiko umumnya memerlukan pemeriksaan dan pertimbangan medis yang lebih lengkap.
Kebutuhan Kalsium Berbeda Menurut Usia
Jumlah kalsium yang dibutuhkan tidak sama pada setiap tahap kehidupan. Umur, jenis kelamin, pertumbuhan, kehamilan, menyusui, dan kondisi kesehatan dapat memengaruhi jumlah yang dianjurkan.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 menjadi acuan Angka Kecukupan Gizi bagi masyarakat Indonesia dan masih tercatat berlaku. Aturan tersebut membagi kebutuhan mineral berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, serta keadaan fisiologis tertentu.
Anak dan remaja membutuhkan perhatian lebih
Anak usia satu sampai tiga tahun membutuhkan sekitar 650 miligram kalsium per hari menurut acuan gizi Indonesia. Kebutuhan meningkat menjadi sekitar 1.000 miligram pada usia empat sampai sembilan tahun.
Remaja usia 10 sampai 18 tahun memerlukan sekitar 1.200 miligram per hari. Jumlah tersebut lebih tinggi karena periode remaja ditandai pertumbuhan tubuh yang cepat dan pembentukan massa tulang yang besar.
Menyediakan kalsium bagi anak tidak harus selalu melalui segelas susu. Yoghurt tanpa gula berlebih, tahu, ikan teri, ikan sarden, sayuran hijau, dan minuman kedelai yang diperkaya dapat digunakan sebagai variasi. Pilihan makanan perlu disesuaikan dengan usia, kemampuan mengunyah, alergi, dan kebiasaan keluarga.
Orang dewasa dan lanjut usia memiliki kebutuhan berbeda
Orang dewasa Indonesia pada rentang usia 19 sampai 49 tahun umumnya dianjurkan memperoleh sekitar 1.000 miligram kalsium per hari. Setelah memasuki usia 50 tahun, kebutuhannya meningkat menjadi sekitar 1.200 miligram per hari.
Pada perempuan, penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat mempercepat berkurangnya massa tulang. Laki laki juga mengalami penurunan kepadatan tulang seiring bertambahnya umur, meski prosesnya biasanya berlangsung lebih lambat.
Kehamilan dan menyusui meningkatkan kebutuhan mineral karena tubuh ibu turut mendukung pertumbuhan bayi serta produksi air susu. Pemenuhan melalui menu beragam perlu didahulukan, sedangkan pemberian suplemen harus mengikuti penilaian tenaga kesehatan.
Menurut penulis, kebiasaan menunggu usia lanjut untuk mulai memperhatikan kalsium merupakan kekeliruan karena kekuatan tulang dibangun melalui pola makan selama bertahun tahun.
Susu Menjadi Sumber yang Mudah Ditemukan
Susu termasuk sumber kalsium yang paling dikenal karena kandungannya cukup tinggi dan penyerapannya tergolong baik. Satu cangkir susu dapat menyediakan sekitar 276 sampai 299 miligram kalsium, tergantung jenis dan kandungan lemaknya.
Susu juga menyediakan protein, fosfor, vitamin B12, dan sejumlah zat gizi lain. Beberapa produk telah ditambahkan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium di usus.
Susu rendah lemak dapat menjadi pilihan
Kandungan kalsium susu rendah lemak tidak selalu lebih sedikit dibandingkan susu penuh lemak. Bahkan, jumlahnya dapat sedikit lebih tinggi pada takaran yang sama karena bagian lemaknya dikurangi.
Orang yang sedang mengendalikan asupan energi atau lemak jenuh dapat memilih susu rendah lemak tanpa harus kehilangan banyak kalsium. Namun, pemilihan produk tetap perlu mempertimbangkan usia dan kebutuhan energi. Anak pada usia tertentu mungkin memerlukan komposisi lemak yang berbeda dari orang dewasa.
Susu dengan tambahan gula perlu dibedakan dari susu tanpa pemanis. Produk berperisa cokelat, vanila, atau stroberi dapat membawa gula dalam jumlah cukup besar. Label nilai gizi membantu konsumen membandingkan kandungan kalsium, gula, protein, dan lemak dalam setiap sajian.
Intoleransi laktosa bukan alasan meninggalkan kalsium
Sebagian orang mengalami kembung, nyeri perut, atau buang air besar encer setelah mengonsumsi susu karena tubuhnya kesulitan mencerna laktosa. Keadaan tersebut berbeda dari alergi protein susu.
Orang dengan intoleransi laktosa dapat mencoba susu bebas laktosa, yoghurt, atau keju keras. Yoghurt sering lebih mudah diterima karena sebagian laktosanya telah diuraikan dalam proses fermentasi.
Apabila produk susu tetap menimbulkan keluhan, kebutuhan kalsium dapat dipenuhi dari sumber lain. Minuman kedelai yang diperkaya, tahu yang dibuat dengan garam kalsium, serta ikan bertulang lunak menjadi beberapa pilihan.
Yoghurt dan Keju Menawarkan Kandungan Tinggi
Produk olahan susu mempunyai konsentrasi kalsium yang berbeda. Yoghurt rendah lemak tanpa rasa dapat menyediakan sekitar 415 miligram kalsium dalam porsi delapan ons, sedangkan keju mozzarella rendah lemak menyediakan sekitar 333 miligram dalam porsi 1,5 ons.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa satu porsi dapat menyumbang bagian cukup besar dari kebutuhan harian. Meski demikian, kandungan gula, garam, dan lemak jenuh tetap perlu diperhatikan.
Yoghurt dapat dipadukan dengan buah
Yoghurt tawar dapat dikonsumsi saat sarapan atau camilan. Buah segar seperti pisang, pepaya, stroberi, atau mangga dapat digunakan untuk memberi rasa manis alami.
Granola dan sereal dapat ditambahkan, tetapi porsinya perlu dijaga karena beberapa produk mengandung gula tinggi. Kacang serta biji juga dapat menjadi pelengkap untuk menambah tekstur dan zat gizi.
Yoghurt dengan bakteri hidup menawarkan hasil fermentasi yang khas. Namun, keberadaan bakteri baik tidak membuat seluruh produk yoghurt otomatis sehat. Produk dengan gula sangat tinggi tetap perlu dibatasi.
Keju lebih baik digunakan sebagai pelengkap
Keju padat memiliki kandungan kalsium tinggi, tetapi beberapa jenis juga kaya natrium dan lemak jenuh. Mengonsumsinya dalam porsi besar setiap hari bukan satu satunya cara memenuhi kebutuhan mineral.
Keju dapat digunakan sebagai pelengkap roti, salad, telur, atau hidangan panggang. Takaran kecil sudah dapat memberi rasa kuat sehingga tidak perlu selalu digunakan dalam jumlah banyak.
Konsumen yang mempunyai tekanan darah tinggi atau sedang membatasi natrium perlu membaca label. Kandungan garam antara satu jenis keju dan lainnya dapat berbeda cukup jauh.
Ikan yang Tulangnya Dimakan Menjadi Pilihan Bernilai
Ikan sarden, teri, dan salmon kalengan dengan tulang merupakan sumber kalsium yang baik. Mineralnya banyak tersimpan pada tulang lunak yang ikut dikonsumsi.
Tiga ons sarden kalengan dengan tulang dapat menyediakan sekitar 325 miligram kalsium. Salmon kalengan dengan tulang pada porsi yang sama dapat memberi sekitar 181 miligram.
Tulang lunak ikan aman dikonsumsi
Proses pemasakan dan pengalengan membuat tulang sarden atau salmon menjadi lunak. Tulang tersebut dapat dihancurkan bersama daging sebelum dimasak agar teksturnya lebih menyatu.
Ikan teri yang berukuran kecil juga sering dimakan bersama tulangnya. Bahan pangan ini mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia dan dapat diolah menjadi tumisan, campuran sambal, atau lauk.
Kandungan protein pada ikan membuatnya berguna sebagai lauk, bukan hanya sumber mineral. Beberapa jenis ikan juga menyediakan vitamin D yang membantu tubuh menggunakan kalsium.
Kandungan garam tetap perlu diperiksa
Sarden kalengan, ikan asin, dan teri kering dapat mengandung natrium cukup tinggi. Konsumen perlu memperhatikan porsi dan tidak menambahkan garam berlebihan saat memasaknya.
Ikan kalengan dapat dibilas ringan apabila sesuai dengan jenis produknya. Pemilihan sarden dalam saus dengan kandungan natrium lebih rendah juga dapat dipertimbangkan.
Bagi orang dengan hipertensi, penyakit ginjal, atau pembatasan garam dari dokter, jenis serta jumlah ikan olahan perlu disesuaikan. Sumber kalsium tidak seharusnya menimbulkan asupan natrium berlebihan.
Tahu dan Kedelai Cocok untuk Menu Harian
Tahu merupakan sumber protein nabati yang populer di Indonesia. Kandungan kalsiumnya dapat tinggi apabila proses pembuatannya menggunakan kalsium sulfat sebagai bahan penggumpal.
Setengah cangkir tahu padat yang dibuat dengan kalsium sulfat dapat mengandung sekitar 253 miligram kalsium. Tahu yang dibuat menggunakan bahan penggumpal lain mungkin memiliki kandungan jauh lebih rendah.
Tidak semua tahu mempunyai kandungan serupa
Kandungan mineral tahu dipengaruhi bahan baku, cara pembuatan, kadar air, dan jenis penggumpal. Karena itu, angka kalsium tidak dapat disamaratakan pada seluruh produk.
Tahu padat umumnya mempunyai zat gizi yang lebih terkonsentrasi dibandingkan tahu yang sangat lembut dan tinggi air. Produk dalam kemasan dapat diperiksa melalui label nilai gizi.
Cara memasak juga menentukan kualitas menu. Tahu tidak harus selalu digoreng. Mengukus, menumis dengan sedikit minyak, membuat sup, atau memanggang dapat mengurangi tambahan lemak.
Minuman kedelai perlu dipilih dengan teliti
Minuman kedelai secara alami belum tentu mempunyai kadar kalsium setara susu sapi. Produk yang diperkaya kalsium dapat menyediakan sekitar 299 miligram dalam satu cangkir, tetapi jumlahnya bergantung pada merek.
Kalsium tambahan dapat mengendap di dasar kemasan. Produk perlu dikocok sebelum dituang agar mineral tersebar lebih merata.
Konsumen sebaiknya memilih produk tanpa tambahan gula atau dengan kandungan gula rendah. Istilah minuman nabati tidak otomatis menunjukkan bahwa produk tersebut tinggi protein atau kalsium.
Sayuran Hijau Memberi Kalsium dengan Penyerapan Berbeda
Sayuran hijau dapat menyumbang kalsium, serat, vitamin, dan senyawa tumbuhan. Pakcoy, kale, brokoli, kubis, dan okra termasuk pilihan yang dapat dimasukkan ke menu.
Jumlah kalsium per porsi sayuran biasanya lebih rendah dibandingkan susu atau sarden. Namun, konsumsi sayuran secara rutin tetap memberi sumbangan berarti sebagai bagian dari menu beragam.
Pakcoy dan kale mempunyai penyerapan cukup baik
Satu cangkir pakcoy mentah yang telah dipotong mengandung sekitar 74 miligram kalsium, sedangkan satu cangkir kale matang menyediakan sekitar 94 miligram. Brokoli mengandung jumlah lebih kecil, tetapi tetap membantu menambah total asupan.
Kalsium dari kale, brokoli, dan kelompok kubis dapat diserap dengan cukup baik. Sayuran tersebut tidak mengandung oksalat setinggi bayam sehingga mineralnya lebih mudah digunakan tubuh.
Mengukus atau menumis singkat dapat mempertahankan tekstur dan rasa. Sayuran dapat dipadukan dengan tahu, ikan, atau telur untuk menghasilkan hidangan yang lebih lengkap.
Bayam tidak dapat dijadikan sumber utama
Bayam memiliki kandungan kalsium secara angka, tetapi juga kaya oksalat. Senyawa tersebut mengikat kalsium dan membentuk garam yang sulit diserap di saluran pencernaan.
Penyerapan kalsium dari bayam diperkirakan hanya sekitar 5 persen, sedangkan penyerapan dari susu mencapai sekitar 27 persen. Karena itu, bayam tetap bergizi, tetapi tidak tepat dijadikan sumber utama kalsium.
Hal ini menunjukkan pentingnya melihat bukan hanya jumlah mineral dalam makanan, melainkan juga bagian yang dapat diserap tubuh.
Penulis menilai daftar makanan tinggi kalsium seharusnya selalu disertai penjelasan tentang daya serap agar pembaca tidak hanya terpaku pada angka.
Biji Wijen, Chia dan Kacang Dapat Menambah Asupan
Biji dan kacang mengandung kalsium, lemak tidak jenuh, protein, serat, serta sejumlah mineral lain. Bahan tersebut dapat digunakan sebagai tambahan pada makanan utama maupun camilan.
Satu sendok makan biji chia menyediakan sekitar 76 miligram kalsium. Wijen juga dikenal memiliki kandungan mineral cukup tinggi, terutama ketika dikonsumsi dalam bentuk biji utuh atau pasta wijen.
Porsi kecil dapat digunakan secara rutin
Biji chia dapat dicampurkan ke yoghurt, oatmeal, atau puding. Wijen dapat ditaburkan pada tumisan, roti, salad, serta olahan tahu.
Kacang almond dapat dikonsumsi sebagai camilan atau diolah menjadi campuran makanan. Namun, minuman almond tidak selalu tinggi kalsium kecuali telah diperkaya.
Kacang dan biji mempunyai kandungan energi tinggi. Porsi tetap perlu dikendalikan, terutama bagi orang yang sedang mengatur berat badan.
Oksalat dan fitat memengaruhi penyerapan
Sebagian kacang, biji, dan polong mengandung oksalat atau fitat yang dapat mengikat mineral. Keberadaan senyawa tersebut tidak berarti bahan pangan harus dihindari.
Perendaman, pemasakan, fermentasi, serta konsumsi makanan yang bervariasi dapat membantu. NIH menyatakan interaksi tersebut umumnya tidak menjadi persoalan besar ketika seseorang mengonsumsi banyak jenis makanan.
Kebutuhan kalsium lebih aman dipenuhi dari beberapa sumber, bukan mengandalkan satu jenis biji atau kacang dalam jumlah sangat besar.
Produk Fortifikasi Membantu Orang yang Tidak Mengonsumsi Susu
Fortifikasi merupakan penambahan zat gizi ke dalam produk makanan atau minuman. Kalsium dapat ditambahkan pada minuman kedelai, minuman oat, sereal sarapan, jus tertentu, dan produk pengganti susu.
Produk semacam ini berguna bagi orang yang menjalankan pola makan vegan, memiliki alergi susu, atau tidak menyukai produk susu. Kandungannya tetap harus diperiksa karena tidak semua produk nabati diperkaya dengan jumlah yang sama.
Label nilai gizi menjadi panduan utama
Konsumen dapat melihat jumlah kalsium dalam miligram atau persentase nilai gizi harian. Jumlah tersebut perlu disesuaikan dengan ukuran sajian yang tercantum pada kemasan.
Satu kemasan mungkin berisi dua atau tiga sajian. Sebaliknya, gelas yang digunakan di rumah belum tentu sama dengan ukuran satu sajian pada label.
Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat membiasakan membaca label makanan sebagai bagian dari pedoman gizi seimbang. Panduan Isi Piringku juga menekankan konsumsi makanan beragam karena tidak ada satu bahan yang menyediakan seluruh zat gizi yang diperlukan tubuh.
Minuman nabati harus dikocok sebelum diminum
Kalsium tambahan dapat mengendap selama produk disimpan. Mengocok kemasan membantu mencampurkan kembali mineral ke dalam minuman.
Selain kalsium, kandungan protein perlu diperhatikan. Minuman kedelai biasanya memiliki protein lebih tinggi dibandingkan sebagian minuman beras atau almond.
Produk yang diperkaya vitamin D dapat memberikan keuntungan tambahan. Vitamin D diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium melalui usus dan mempertahankan kadar kalsium darah.
Menyusun Menu Tinggi Kalsium dalam Sehari
Kebutuhan kalsium tidak harus dipenuhi dalam satu kali makan. Pembagian sumber kalsium sejak sarapan hingga makan malam membuat menu lebih mudah disusun.
Sebagai contoh, sarapan dapat berisi yoghurt dan buah. Makan siang dapat menggunakan tahu serta pakcoy. Camilan dapat berupa susu atau minuman kedelai yang diperkaya, sedangkan makan malam memakai ikan sarden bersama sayuran.
Sarapan memberi awal yang baik
Segelas susu menyediakan sekitar seperempat hingga sepertiga kebutuhan kalsium sebagian orang dewasa. Yoghurt dapat memberi jumlah yang lebih besar, tergantung porsi dan jenisnya.
Oatmeal yang dimasak menggunakan susu akan mengandung lebih banyak kalsium dibandingkan oatmeal dengan air. Biji chia dan buah dapat ditambahkan untuk memperkaya serat serta rasa.
Sereal fortifikasi juga dapat digunakan, tetapi kandungan gula harus diperiksa. Pilihan sarapan sebaiknya tidak hanya mengejar angka kalsium sambil mengabaikan mutu keseluruhan menu.
Lauk dan sayur melengkapi kebutuhan
Makan siang serta makan malam dapat menggunakan tahu, ikan bertulang lunak, tempe, dan sayuran hijau. Sumber protein tersebut membantu memenuhi kebutuhan gizi lain pada saat yang sama.
Isi Piringku menganjurkan separuh piring diisi sayur dan buah, sedangkan separuh lainnya berisi makanan pokok serta lauk. Susunan ini dapat dipakai sambil memilih lauk yang menyumbang kalsium.
Penggunaan beberapa sumber dalam porsi sedang lebih mudah dipertahankan daripada mengonsumsi satu bahan dalam jumlah besar.
Vitamin D dan Aktivitas Fisik Ikut Menjaga Tulang
Kalsium tidak bekerja sendirian. Vitamin D diperlukan agar penyerapan mineral di usus berlangsung dengan baik. Kekurangan vitamin D dapat mengurangi pemanfaatan kalsium dari makanan.
Aktivitas fisik yang memberi beban pada tulang juga membantu mempertahankan kekuatan. Berjalan, menaiki tangga, latihan kekuatan, dan kegiatan yang melibatkan berat tubuh memberi rangsangan pada jaringan tulang.
Sumber vitamin D lebih terbatas
Vitamin D dapat diperoleh dari ikan berlemak, kuning telur, serta makanan yang diperkaya. Tubuh juga dapat membentuk vitamin D ketika kulit terkena sinar matahari.
Kebutuhan dan keamanan paparan matahari berbeda menurut warna kulit, pakaian, usia, lokasi, dan kondisi medis. Orang yang jarang berada di luar ruangan atau selalu menutup hampir seluruh kulit dapat berisiko mengalami asupan vitamin D yang tidak memadai.
Pemeriksaan dokter diperlukan apabila terdapat kecurigaan kekurangan vitamin D. Penggunaan dosis tinggi tanpa pemeriksaan tidak dianjurkan.
Olahraga membantu mempertahankan kepadatan tulang
Asupan kalsium yang cukup perlu disertai gerak tubuh. Tulang merespons tekanan dari aktivitas dengan mempertahankan atau membentuk jaringan.
WHO memasukkan perbaikan pola makan, aktivitas fisik teratur, berhenti merokok, membatasi alkohol, serta pencegahan jatuh sebagai bagian dari upaya menjaga kekuatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang rapuh.
Jenis latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan. Lansia atau orang dengan osteoporosis sebaiknya meminta arahan tenaga kesehatan sebelum memulai gerakan yang berisiko jatuh.
Suplemen Kalsium Tidak Selalu Diperlukan
Sebagian besar orang sehat dapat memenuhi kebutuhan kalsium melalui menu beragam. Suplemen biasanya dipertimbangkan ketika asupan makanan tidak mencukupi, terdapat gangguan penyerapan, atau dokter menemukan kebutuhan tertentu.
Calcium carbonate dan calcium citrate merupakan dua bentuk yang banyak digunakan. Penyerapan suplemen dipengaruhi oleh jenis, jumlah per dosis, makanan, dan kadar asam lambung.
Dosis besar tidak selalu diserap lebih baik
Tubuh menyerap kalsium suplemen dengan lebih baik ketika jumlahnya 500 miligram atau kurang dalam sekali minum. Persentase penyerapan menurun ketika dosis yang dikonsumsi sekaligus semakin besar.
Calcium carbonate umumnya lebih baik diminum bersama makanan, sedangkan calcium citrate tidak terlalu bergantung pada asam lambung. Calcium citrate dapat menjadi pilihan pada orang dengan kadar asam lambung rendah, tetapi keputusan tetap perlu disesuaikan dengan saran dokter.
Suplemen dapat menyebabkan kembung, gas, atau sembelit pada sebagian pengguna. Mengganti jenis, membagi dosis, atau meminumnya bersama makanan terkadang membantu mengurangi keluhan.
Penyakit ginjal memerlukan pengawasan khusus
Orang dengan penyakit ginjal, riwayat batu ginjal, gangguan kelenjar paratiroid, atau kadar kalsium darah tinggi tidak boleh menambah suplemen sembarangan. Pengaturan kalsium pada kelompok tersebut dapat berbeda dari orang sehat.
Kalsium juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat. Jarak waktu minum mungkin diperlukan pada obat tiroid, antibiotik tertentu, obat osteoporosis, atau suplemen zat besi.
Pasien sebaiknya membawa daftar obat dan suplemen saat berkonsultasi. Tenaga kesehatan dapat menilai jumlah kalsium dari makanan, produk fortifikasi, obat antasida, dan suplemen agar total asupan tidak berlebihan.
- Share










